Hidup berawal dari mimpi. Menjalani hidup dengan prestasi. Tuk raih masa depan pasti.
Mimpi. Ada apa dengan mimpi. Segala sesuatu penuh dengan mimpi. Bermimpi tuk jadi yang terbaik. Bermimpi tuk jadi yang terpilih. The Choosen One [harpot banget].
Setiap orang butuh bermimpi. Sekecil apapun mimpi, menjadi besar ketika terwujud. Tak terkecuali bagi pelajar gila. Bagi pelajar gila, mungkin mimpi mereka terlalu beragam. Satu dengan yang lain berbeda. Mayoritas mengatakan 'ingin sukses..' atau 'berguna bagi bangsa..' atau 'membahagiakan orang tua..'
Mereka benar. Tak ada yang salah. Tapi, dari mana mereka dapat perkataan itu? Membaca dari motto hidup sesseorang? Membaca goresan biodata jadul orang? Atau mendengar simfoni orang?
Setiap orang berhak berpendapat. Begitupula berpendapat dalam mimpi. Terutama berpendapat tentang mengunggulkan mimpi orang tersebut. Dengan demikian, mimpi yang benar-benar dalam hatinya akan semakin membara, melekat, dan semakin percaya diri dengan apa yang diimpikan.
Ketika ia memiliki mimpi, hanya saja mimpi itu muncul, atau bahkan bisa dibilang 'menjiplak' dari apa yang ia dapat dari orang, itu merupakan kerugian besar. Seperti kata kata diatas mengenai mimpi yang didapat dari orang. Ia akan terkesan membaca, kemudian menyatakan mimpinya karena terinspirasi dari suatu ungkapan orang lain. Apa jadinya?
Dalam penelitian, sebagian besar mimpi tersebut tak kan tercapai dengan sungguh-sungguh sepenuh hati. Masih ada yang mengganjal. Bukan berarti mimpi tuk 'membahagiakan orang tua' tak boleh. Tapi, bisakah ia bermimpituk menjadi dirinya sendiri. Menjadi apa yang benar-benar ia impikan dengan sepenuh hati?
Bisa, dengan niat tulus, pikiran cermat, dan kepercayaan diri yang kuat, setiap orang pasti bisa melakukannya, dan bisa menjadi apa yang dia impikan. Bukan karena pengaruh orang lain.
Jadi, yang demikian [diatas] tidak baik sama sekali? Lalu, mendapat saran dari orang itu apakah tidak baik? Memiliki motivator itu tidak baik? Dan, apakah menjadikan orang sebagai idola untuk menjadi seperti idola tersebut tidak baik?
Baik. Hanya, mungkin penafsiran orang belum beruntung dalam menemukan titik temu yang sebenarnya. Hanya saja, ketetapan orang yang meminta saran orang lain tuk menemukan mimpi tuk masa depannya itu kurang pas dalam penyampaiannya.
Ketika ia yang ingin bingung tuk menemukan mimpi demi masa depannya tersbut, meminta pertolongan orang lain untuk membantunya, jangan terlalu banyak bertanya. Banyaklah dalam berpikir. Banyak dalam membaca, banyak dalam melakukan pencarian, sekali lagi: bukan (banyak) pertanyaan.
Keika orang tersebut bertanya, 'sebaiknya aku menjadi apa?' atau 'Beri aku saran tuk tentukan masa depanku' dan semacamnya, itu bukanlah jalan yang benar-benar-benar-benar tepat. Sebaiknya harus dirubah dalam melakukan pertanyaan awal, 'Apa saja mimpi yang baik untuk orang sepertiku?'
Itulah, the greatest question for future. 'Apa bedanya?' Coba dengan cermat dalam membacanya.
Apa saja. Dalam kata ini, artinya mimpi yang kau belum tentukan, akan disebutkan secara 'lebih banyak'. Dan ketika itu, kau akan lebih banyak wawasan utama dalam opsi mimpi tersebut.
Cukup pertanyaan dan jawaban yang ada. Dengan demikian, list yang didapat, bisa digenggam terlebih dahulu. Lalu, apa langkah selanjutnya? Langkah selanjutnya mencari. Mencari dengan semangat yang baik, jangan sampai ketika ditengah jalan dalam mendapatkan keterangan dari beberapa daftar yang didapat, harus terhalang karena bosan. Jadi, cobalah semangat.
Ketika hal tersebut, mencari list, kau akan lebih banyak membaca, bertanya, menemukan solusi, mendapatkan harapan, dan lain sebagainya. Tadi disebutkan 'jangan banyak bertanya.'
Jangan banyak bertanya dalam artian kontek utama tadi, mengenai menanyakan mimpi pada tahap awal. Berbeda dengan langkah yang sekarang. Bertanya kepada banyak sumber tuk menemukan info, pengalaman, dan semacamnya. Usahakan jangan bertanya hanya kepada satu atau dua orang. Bertanyalah kepada banyak orang. Jika malu, masih ada cara lain seperti membaca dari buku atau media lain.
Mengapa ak boleh hanya satu dua orang saja untuk bertanya yang demikian? Karena setiap orang memiliki sudut pandang yang telah mereka harapkan. Tiap orang memiliki prespektif berbeda. Jadi, ketika orang bertanya kepasa satu atau dua orang, ia sebenarnya hanya mendapatkan maksimal 4 jalan keluar. Tapi, ketia orang bertanya kepada banyak sumber, menemukan dari berbagai sumber, termasuk berbagai orang, pendapat orang akan lebih banyak tertampung.
Bagaimana jika ternyata bingung setelah banyak mendapatkan info?
Cobalan menemukan waktu yang pas. Jangan menyempatkan waktu di sela-sala jam padat. Menemukan waktu yang benar benar luang, cukup luang dalam waktu yang lebih tenang, lebih individu, dan lebih dapat konsentrasi. Dengand demikian, seseorang akan mencoba mempertimbangkan, dari sekian info yang ia dapat, akan lebih terfokus pada satu atau dua tujuan. Satu atau dua mimpi.
Kemudian, apa yang dilakukan jika memiliki 2 atau lebih dalam bermimpi? Apa harus merelakan satu mimpi dan fokus dalam satu mimpi saja?
Tidak. Di dunia ini tak ada batasan dalam bermimpi. Semua orang berhak bermimpi sebanyak mungkin.
Jika kejadiannya, orang bermimpi tuk menjadi seorang dokter dan seorang pembalap. Bisa saja kan.
Bisa. Memang bisa. Tapi biasanya salah satu dari hal tersebut lebih mengarah pada hobi. Maksudnya, ia ingin menjadi dokter, tapi ia juga ingin menjuarai berbagai gelar dengan menjadi pembalap. Sebagian besar, jika ditemui mimpi tersebut, artinya satu diantaranya adalah hobi. Sekali lagi, hobi.
Pasti itu. Bahkan banyak orang. Misal penyanyi terkenal di Indonesia, Tompi. Ia seorang dokter bedah, ahli bedah, tapi ia juga menjadi seorang penyanyi. Apa karena dia memiliki 2 mimpi? Dia memiliki 2 mimpi, tapi bernyanyi adalah hobi, karena dasar hobi, bukan karena tujuan utama masa depannya.
Tak hanya Tompi, seorang Andre Villas-Boas. Pelatih muda ternama sepak bola Eropa. Memiliki 2 mimpi. Seorang pelatih dan seorang pembalap. Bahkan ia mengaku profesinya sebagai pelatih bukan karena tujuan utama, tapi karena hobi. Dan menjadi seorang pembalap adalah mimpi. Tapi, mengapa ia bisa-bisanya menjadikan hob sebagai profesi, sedang mimpi utamanya tak tercapai?
Bukan tak tercapai. Villas-Boas sejak kecil menggilai otomotif. Terutama Rally Dakkar. Ia ermimpi suatu saat nanti kan menjadi seorang pembalap. Bergulir waktu, ia dikagetkan untuk dapat menjelaskan kritikannya kepada pelatih ternama dunia, Sir Bobby Robson, mengenai kritikannya soal taktik permainan dalam sepakbola yang kurang baik. Ia pun menjelaskan dengan detail. Alhasil, ia mendapat kepercayaan untuk masuk dalam jajaran staf kepelatihan Sir Bobby Robson tersebut.
Bagaimana bisa, ia cukup cermat dalam mengkritik, bahkan menjelaskan dengan baik suatu taktik mengenai sepak bola? Karena Villas-Boas memiliki hobi tuk mengatur suatu sepak bola. Mengatur taktik sepak bola. Dalam kata lain, sebagai pelatih a.k.a manager tersebut hanya dijadikan suatu hobi, bukan mimpi.
Bagaimana dengan mimpinya tersebut, bahwa dia ingin menjadi pembalap Rally Dakkar? Ia mencoba mempertimbangkan. Seperti yang disebutkan beberapa paragraf diatas, banyak bertanya mengenai info, banyak mencari, banyak membaca mengenai info yang telah ia harapkan. Ketika itu, Villas-Boas memutuskan tuk fokus dalam bidang kepelaihan sepak bola, dan menduakan Rally Dakkar.
ia memutuskan tuk fokus pada sepak bola, karena jika ia memilih Rally Dakkar, ia tak cukup dana dan banyak persiapan untuk otomotif tersebut. Sedang jika ia memilih sebagai pelatih sepak bola, ia akan lebih terbantu dari orang disekitar, kesiapan untuk menjadi spelatih lebih terbuka.
Apa mimpinya terputuskan? Apa mimpinya bisa disebut tak tercapai?
Tidak. Meski Villas-Boas cukup fokus dalam bidang kepelatihan sepakbola, Villas-Boas juga mengkoleksi beberapa mobil Rally. Beberapa motor besar. Jadi, ia mulai beralih mimpi dan menjadikan mimpi utama sebagai hobi. Bisa dibilang pergantian mutual, antara hobi dan mimpi. Dna itu tak mengganggu kesehariannya. Ia masih tetap bisa berseanng-senang dengan mobil dan motornya. Dengan tak melupakan profesi nya sebagai pelatih.
Mimpi. Ada apa dengan mimpi. Segala sesuatu penuh dengan mimpi. Bermimpi tuk jadi yang terbaik. Bermimpi tuk jadi yang terpilih. The Choosen One [harpot banget].
Setiap orang butuh bermimpi. Sekecil apapun mimpi, menjadi besar ketika terwujud. Tak terkecuali bagi pelajar gila. Bagi pelajar gila, mungkin mimpi mereka terlalu beragam. Satu dengan yang lain berbeda. Mayoritas mengatakan 'ingin sukses..' atau 'berguna bagi bangsa..' atau 'membahagiakan orang tua..'
Mereka benar. Tak ada yang salah. Tapi, dari mana mereka dapat perkataan itu? Membaca dari motto hidup sesseorang? Membaca goresan biodata jadul orang? Atau mendengar simfoni orang?
Setiap orang berhak berpendapat. Begitupula berpendapat dalam mimpi. Terutama berpendapat tentang mengunggulkan mimpi orang tersebut. Dengan demikian, mimpi yang benar-benar dalam hatinya akan semakin membara, melekat, dan semakin percaya diri dengan apa yang diimpikan.
Ketika ia memiliki mimpi, hanya saja mimpi itu muncul, atau bahkan bisa dibilang 'menjiplak' dari apa yang ia dapat dari orang, itu merupakan kerugian besar. Seperti kata kata diatas mengenai mimpi yang didapat dari orang. Ia akan terkesan membaca, kemudian menyatakan mimpinya karena terinspirasi dari suatu ungkapan orang lain. Apa jadinya?
Dalam penelitian, sebagian besar mimpi tersebut tak kan tercapai dengan sungguh-sungguh sepenuh hati. Masih ada yang mengganjal. Bukan berarti mimpi tuk 'membahagiakan orang tua' tak boleh. Tapi, bisakah ia bermimpituk menjadi dirinya sendiri. Menjadi apa yang benar-benar ia impikan dengan sepenuh hati?
Bisa, dengan niat tulus, pikiran cermat, dan kepercayaan diri yang kuat, setiap orang pasti bisa melakukannya, dan bisa menjadi apa yang dia impikan. Bukan karena pengaruh orang lain.
Jadi, yang demikian [diatas] tidak baik sama sekali? Lalu, mendapat saran dari orang itu apakah tidak baik? Memiliki motivator itu tidak baik? Dan, apakah menjadikan orang sebagai idola untuk menjadi seperti idola tersebut tidak baik?
Baik. Hanya, mungkin penafsiran orang belum beruntung dalam menemukan titik temu yang sebenarnya. Hanya saja, ketetapan orang yang meminta saran orang lain tuk menemukan mimpi tuk masa depannya itu kurang pas dalam penyampaiannya.
Ketika ia yang ingin bingung tuk menemukan mimpi demi masa depannya tersbut, meminta pertolongan orang lain untuk membantunya, jangan terlalu banyak bertanya. Banyaklah dalam berpikir. Banyak dalam membaca, banyak dalam melakukan pencarian, sekali lagi: bukan (banyak) pertanyaan.
Keika orang tersebut bertanya, 'sebaiknya aku menjadi apa?' atau 'Beri aku saran tuk tentukan masa depanku' dan semacamnya, itu bukanlah jalan yang benar-benar-benar-benar tepat. Sebaiknya harus dirubah dalam melakukan pertanyaan awal, 'Apa saja mimpi yang baik untuk orang sepertiku?'
Itulah, the greatest question for future. 'Apa bedanya?' Coba dengan cermat dalam membacanya.
Apa saja. Dalam kata ini, artinya mimpi yang kau belum tentukan, akan disebutkan secara 'lebih banyak'. Dan ketika itu, kau akan lebih banyak wawasan utama dalam opsi mimpi tersebut.
Cukup pertanyaan dan jawaban yang ada. Dengan demikian, list yang didapat, bisa digenggam terlebih dahulu. Lalu, apa langkah selanjutnya? Langkah selanjutnya mencari. Mencari dengan semangat yang baik, jangan sampai ketika ditengah jalan dalam mendapatkan keterangan dari beberapa daftar yang didapat, harus terhalang karena bosan. Jadi, cobalah semangat.
Ketika hal tersebut, mencari list, kau akan lebih banyak membaca, bertanya, menemukan solusi, mendapatkan harapan, dan lain sebagainya. Tadi disebutkan 'jangan banyak bertanya.'
Jangan banyak bertanya dalam artian kontek utama tadi, mengenai menanyakan mimpi pada tahap awal. Berbeda dengan langkah yang sekarang. Bertanya kepada banyak sumber tuk menemukan info, pengalaman, dan semacamnya. Usahakan jangan bertanya hanya kepada satu atau dua orang. Bertanyalah kepada banyak orang. Jika malu, masih ada cara lain seperti membaca dari buku atau media lain.
Mengapa ak boleh hanya satu dua orang saja untuk bertanya yang demikian? Karena setiap orang memiliki sudut pandang yang telah mereka harapkan. Tiap orang memiliki prespektif berbeda. Jadi, ketika orang bertanya kepasa satu atau dua orang, ia sebenarnya hanya mendapatkan maksimal 4 jalan keluar. Tapi, ketia orang bertanya kepada banyak sumber, menemukan dari berbagai sumber, termasuk berbagai orang, pendapat orang akan lebih banyak tertampung.
Bagaimana jika ternyata bingung setelah banyak mendapatkan info?
Cobalan menemukan waktu yang pas. Jangan menyempatkan waktu di sela-sala jam padat. Menemukan waktu yang benar benar luang, cukup luang dalam waktu yang lebih tenang, lebih individu, dan lebih dapat konsentrasi. Dengand demikian, seseorang akan mencoba mempertimbangkan, dari sekian info yang ia dapat, akan lebih terfokus pada satu atau dua tujuan. Satu atau dua mimpi.
Kemudian, apa yang dilakukan jika memiliki 2 atau lebih dalam bermimpi? Apa harus merelakan satu mimpi dan fokus dalam satu mimpi saja?
Tidak. Di dunia ini tak ada batasan dalam bermimpi. Semua orang berhak bermimpi sebanyak mungkin.
Jika kejadiannya, orang bermimpi tuk menjadi seorang dokter dan seorang pembalap. Bisa saja kan.
Bisa. Memang bisa. Tapi biasanya salah satu dari hal tersebut lebih mengarah pada hobi. Maksudnya, ia ingin menjadi dokter, tapi ia juga ingin menjuarai berbagai gelar dengan menjadi pembalap. Sebagian besar, jika ditemui mimpi tersebut, artinya satu diantaranya adalah hobi. Sekali lagi, hobi.
Pasti itu. Bahkan banyak orang. Misal penyanyi terkenal di Indonesia, Tompi. Ia seorang dokter bedah, ahli bedah, tapi ia juga menjadi seorang penyanyi. Apa karena dia memiliki 2 mimpi? Dia memiliki 2 mimpi, tapi bernyanyi adalah hobi, karena dasar hobi, bukan karena tujuan utama masa depannya.
Tak hanya Tompi, seorang Andre Villas-Boas. Pelatih muda ternama sepak bola Eropa. Memiliki 2 mimpi. Seorang pelatih dan seorang pembalap. Bahkan ia mengaku profesinya sebagai pelatih bukan karena tujuan utama, tapi karena hobi. Dan menjadi seorang pembalap adalah mimpi. Tapi, mengapa ia bisa-bisanya menjadikan hob sebagai profesi, sedang mimpi utamanya tak tercapai?
Bukan tak tercapai. Villas-Boas sejak kecil menggilai otomotif. Terutama Rally Dakkar. Ia ermimpi suatu saat nanti kan menjadi seorang pembalap. Bergulir waktu, ia dikagetkan untuk dapat menjelaskan kritikannya kepada pelatih ternama dunia, Sir Bobby Robson, mengenai kritikannya soal taktik permainan dalam sepakbola yang kurang baik. Ia pun menjelaskan dengan detail. Alhasil, ia mendapat kepercayaan untuk masuk dalam jajaran staf kepelatihan Sir Bobby Robson tersebut.
Bagaimana bisa, ia cukup cermat dalam mengkritik, bahkan menjelaskan dengan baik suatu taktik mengenai sepak bola? Karena Villas-Boas memiliki hobi tuk mengatur suatu sepak bola. Mengatur taktik sepak bola. Dalam kata lain, sebagai pelatih a.k.a manager tersebut hanya dijadikan suatu hobi, bukan mimpi.
Bagaimana dengan mimpinya tersebut, bahwa dia ingin menjadi pembalap Rally Dakkar? Ia mencoba mempertimbangkan. Seperti yang disebutkan beberapa paragraf diatas, banyak bertanya mengenai info, banyak mencari, banyak membaca mengenai info yang telah ia harapkan. Ketika itu, Villas-Boas memutuskan tuk fokus dalam bidang kepelaihan sepak bola, dan menduakan Rally Dakkar.
ia memutuskan tuk fokus pada sepak bola, karena jika ia memilih Rally Dakkar, ia tak cukup dana dan banyak persiapan untuk otomotif tersebut. Sedang jika ia memilih sebagai pelatih sepak bola, ia akan lebih terbantu dari orang disekitar, kesiapan untuk menjadi spelatih lebih terbuka.
Apa mimpinya terputuskan? Apa mimpinya bisa disebut tak tercapai?
Tidak. Meski Villas-Boas cukup fokus dalam bidang kepelatihan sepakbola, Villas-Boas juga mengkoleksi beberapa mobil Rally. Beberapa motor besar. Jadi, ia mulai beralih mimpi dan menjadikan mimpi utama sebagai hobi. Bisa dibilang pergantian mutual, antara hobi dan mimpi. Dna itu tak mengganggu kesehariannya. Ia masih tetap bisa berseanng-senang dengan mobil dan motornya. Dengan tak melupakan profesi nya sebagai pelatih.
Jadi, masih takut bermimpi? Masih tak ada harapan tuk memiliki mimpi? Siap tuk bermimpi?
1 komentar:
Caesars Entertainment and GVC Partners to Enter Las Vegas
Caesars 논산 출장안마 Entertainment, 문경 출장샵 Limited (NYSE: CZR) announced 대구광역 출장안마 today 정읍 출장샵 it has entered the 전라북도 출장샵 In-person sports betting, virtual reality, and virtual reality
Posting Komentar