Senin, 31 Oktober 2011

Mu'allimin Tak Separah Itu (Part 1)

Mayoritas siswa Mu'allimin minder dengan kebanyakan orang luar. Maksud dari orang luar yaitu siswa sekolah lain, seperti siswa sekolah Negeri, atau Swasta yang cukup terpandang dibanyak kalangan.

Kembali ke masalah minder. Minder disini artinya kurang pede dalam urusan duniawi. Entah itu bidang teknologi, style, atau semacamnya. Tak sedikit, tak hanya satu dua orang siswa Muallimin saja yang banyak merasakan kurang pede-nya dalam masalah tekno, atau style. Bahkan mungkin lebih dari 30% merasakan kekurangan dalam hal tersebut.

Mu'allimin boleh kalah dalam hal tersebut. Tapi janan dikira, sebuah kejadian mengejutkan tiba di salah satu bimbel ternama Jogja, Neutron, tepatnya di cabang Wirobrajan.

Selesai pemberian materi mengenai Kimia Unsur pada 31 Oktober 2011 saat itu. Salah seorang pimpinan Neutron dari cabang Wirobrajan menyampaikan bahwa pada tanggal 13 November akan diadakan Tes Potensial Akademik, atau sering disebut TPA. (semacam tes psikologi, anda pasti tahu).

Salah seorang menusia dari Mu'allimin, Agung Purwoto ditanya oleh salah satu orang luar. Satu pertanyaan, tapi sangat mengejutkan.

'Mas, Tes TPA nya, materi kelas 3 saja atau dari kelas 1 ya?' Gubrak ! --"

Terlalu --". Mungkin orang tersebut mengira bahwa tes TPA adalah try out, atau semacamnya.

'TPA itu kan ga ada materi nya..' Sahut Poepo -sebutan akrab Agung Purwoto.

Seperti yang dikata diatas, mungkin Mu'allimin bisa dibilang kurang pede dalam masalah tekno, style, atau semacamnya, tapi... gak segitunya juga kalee, sampe ga paham tentang tes potensial akademik yang dikira semacam try out materi pelajaran --"

Kamis, 13 Oktober 2011

Ringkasan Biologi: Perkecambahan

PENGERTIAN DASAR

Perkecambahan (Ing. germination) merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah.

MACAM-MACAM TIPE PERKECAMBAHAN

Perkecambahan biji dapat dibekan menjadi 2, yaitu :

  • Epigeal

Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada kacang hijau (Phaseoulus radiatus).

  • Hipogeal

Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di bawah tanah. Misalnya pada biji kacang kapri (Pisum sativum)

(Pratiwi. 2006)

METABOLISME PERKECAMBAHAN

Tahap Pertama : dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih, melunaknya kkulit benih dan hidrasi protoplasma.

Tahap kedua: dimulai dengan kegiatan enzim dan sel serta naiknya tingkat respirasi benih.

Tahap ketiga: terjadi penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat, lemak, dan protein menjadi bentuk-bentuk yang terlarut dan di translokasikan ke titik tumbuh.

Tahap keempat : asimilasi dari bahan-bahan yang telah diuraikan tadi di daerah meristematik untuk menghasilkan energy bagi kegiatan pembentukan komponen dan pertumbuhan sel-sel baru.

Tahap kelima : pertumbuhan dari kecambah melalui proses pembelahan, pembesaran, dan pembagian sel-sel pada titik-titik tumbuh.

(Sutopo, 2002)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKECAMBAHAN

Faktor dalam yang mempengaruhi perkecamabahan adalah sebagai berikut:

  • Gen

Di dalam gen terkandung faktor-faktor sifat keturunan yang dapat diturunkan pada keturunannya dan berfungsi untuk mengoontrol reaksi kimia di dalam sel, misalnya sintesis protein yang merupakan bagian dasar penyusun tubuh tumbuhan,dikendalikan oleh gen secara langsung.

(Pratiwi. 2006)

  • Persediaan makanan dalam biji

Fungsi utama cadangan makanan dalam biji adalah memberi makanan kepada embrio maupun tanaman yang masih muda sebelum tanaman tersebut mampu memproduksi zat makanan sendiri.

  • Hormon

Memberikan kemampuan dinding sel untuk mengembang sehingga sifatnya menjadi elastis. Elastisitas dinding sel memungkinkan dinding sel bersifat permeable sehingga mempermudah imbibisi.

  • Ukuran dan kekerasan biji

Semakin besar dan semakin keras bijinya maka air akan sulit untuk masuk ke dalam biji sehingga imbibisi teerhambat.

(Ashari. 1995)

  • Dormansi

Dormansi adalah suatu keadaan pertumbuhan yang tertunda atau keadaan istirahat. Setiap benih tanaman memiliki masa dormansi yang berbeda-beda.

(Gardner. 1991)

Sedangkan faktor luar yang mempengaruhi perkecambahan, antara lain:

  • Air

Berfungsi sebagai pelunak kulit bji, melarutkan cadangan makanan, sarana transportasi serta bersama hormon mengatur elurgansi (pemanjangan) dan pengembangan sel.

  • Temperature

Benih dapat berkecambah pada temperatur optimum yaitu 80oF sampai 95oF (20,5o C sampai 35o C).

  • Oksigen

Proses respirasi akan meningkat disertai pula dengan menigkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan karbon dioksida, air, dan energi yang berupa panas. Terbatasnya oksigen akan menghambat perkecambahan benih. Benih yang dikecambahkan pada keadaan yang sangat kurang cahaya atau gelap akan menghasilkan kecambah yang mengalami etiolasi.

  • Medium

Medium yang baik untuk perkecambahan benih adalah mempunyai sifat fisik yang baik, gembur, mempunyai kemampuan menyimpan air, dan bebas dari pengganggu terutama cendawan.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Perkecambahan dan http://veganojustice.wordpress.com/2011/04/23/struktur-dan-tipe-perkecambahan/

Senin, 03 Oktober 2011

Tentukan Mimpimu Sendiri !!

Hidup berawal dari mimpi. Menjalani hidup dengan prestasi. Tuk raih masa depan pasti.

Mimpi. Ada apa dengan mimpi. Segala sesuatu penuh dengan mimpi. Bermimpi tuk jadi yang terbaik. Bermimpi tuk jadi yang terpilih. The Choosen One [harpot banget].

Setiap orang butuh bermimpi. Sekecil apapun mimpi, menjadi besar ketika terwujud. Tak terkecuali bagi pelajar gila. Bagi pelajar gila, mungkin mimpi mereka terlalu beragam. Satu dengan yang lain berbeda. Mayoritas mengatakan 'ingin sukses..' atau 'berguna bagi bangsa..' atau 'membahagiakan orang tua..'

Mereka benar. Tak ada yang salah. Tapi, dari mana mereka dapat perkataan itu? Membaca dari motto hidup sesseorang? Membaca goresan biodata jadul orang? Atau mendengar simfoni orang?

Setiap orang berhak berpendapat. Begitupula berpendapat dalam mimpi. Terutama berpendapat tentang mengunggulkan mimpi orang tersebut. Dengan demikian, mimpi yang benar-benar dalam hatinya akan semakin membara, melekat, dan semakin percaya diri dengan apa yang diimpikan.

Ketika ia memiliki mimpi, hanya saja mimpi itu muncul, atau bahkan bisa dibilang 'menjiplak' dari apa yang ia dapat dari orang, itu merupakan kerugian besar. Seperti kata kata diatas mengenai mimpi yang didapat dari orang. Ia akan terkesan membaca, kemudian menyatakan mimpinya karena terinspirasi dari suatu ungkapan orang lain. Apa jadinya?

Dalam penelitian, sebagian besar mimpi tersebut tak kan tercapai dengan sungguh-sungguh sepenuh hati. Masih ada yang mengganjal. Bukan berarti mimpi tuk 'membahagiakan orang tua' tak boleh. Tapi, bisakah ia bermimpituk menjadi dirinya sendiri. Menjadi apa yang benar-benar ia impikan dengan sepenuh hati?

Bisa, dengan niat tulus, pikiran cermat, dan kepercayaan diri yang kuat, setiap orang pasti bisa melakukannya, dan bisa menjadi apa yang dia impikan. Bukan karena pengaruh orang lain.

Jadi, yang demikian [diatas] tidak baik sama sekali? Lalu, mendapat saran dari orang itu apakah tidak baik? Memiliki motivator itu tidak baik? Dan, apakah menjadikan orang sebagai idola untuk menjadi seperti idola tersebut tidak baik?

Baik. Hanya, mungkin penafsiran orang belum beruntung dalam menemukan titik temu yang sebenarnya. Hanya saja, ketetapan orang yang meminta saran orang lain tuk menemukan mimpi tuk masa depannya itu kurang pas dalam penyampaiannya.

Ketika ia yang ingin bingung tuk menemukan mimpi demi masa depannya tersbut, meminta pertolongan orang lain untuk membantunya, jangan terlalu banyak bertanya. Banyaklah dalam berpikir. Banyak dalam membaca, banyak dalam melakukan pencarian, sekali lagi: bukan (banyak) pertanyaan.

Keika orang tersebut bertanya, 'sebaiknya aku menjadi apa?' atau 'Beri aku saran tuk tentukan masa depanku' dan semacamnya, itu bukanlah jalan yang benar-benar-benar-benar tepat. Sebaiknya harus dirubah dalam melakukan pertanyaan awal, 'Apa saja mimpi yang baik untuk orang sepertiku?'

Itulah, the greatest question for future. 'Apa bedanya?' Coba dengan cermat dalam membacanya.

Apa saja. Dalam kata ini, artinya mimpi yang kau belum tentukan, akan disebutkan secara 'lebih banyak'. Dan ketika itu, kau akan lebih banyak wawasan utama dalam opsi mimpi tersebut.

Cukup pertanyaan dan jawaban yang ada. Dengan demikian, list yang didapat, bisa digenggam terlebih dahulu. Lalu, apa langkah selanjutnya? Langkah selanjutnya mencari. Mencari dengan semangat yang baik, jangan sampai ketika ditengah jalan dalam mendapatkan keterangan dari beberapa daftar yang didapat, harus terhalang karena bosan. Jadi, cobalah semangat.

Ketika hal tersebut, mencari list, kau akan lebih banyak membaca, bertanya, menemukan solusi, mendapatkan harapan, dan lain sebagainya. Tadi disebutkan 'jangan banyak bertanya.'

Jangan banyak bertanya dalam artian kontek utama tadi, mengenai menanyakan mimpi pada tahap awal. Berbeda dengan langkah yang sekarang. Bertanya kepada banyak sumber tuk menemukan info, pengalaman, dan semacamnya. Usahakan jangan bertanya hanya kepada satu atau dua orang. Bertanyalah kepada banyak orang. Jika malu, masih ada cara lain seperti membaca dari buku atau media lain.

Mengapa ak boleh hanya satu dua orang saja untuk bertanya yang demikian? Karena setiap orang memiliki sudut pandang yang telah mereka harapkan. Tiap orang memiliki prespektif berbeda. Jadi, ketika orang bertanya kepasa satu atau dua orang, ia sebenarnya hanya mendapatkan maksimal 4 jalan keluar. Tapi, ketia orang bertanya kepada banyak sumber, menemukan dari berbagai sumber, termasuk berbagai orang, pendapat orang akan lebih banyak tertampung.

Bagaimana jika ternyata bingung setelah banyak mendapatkan info?

Cobalan menemukan waktu yang pas. Jangan menyempatkan waktu di sela-sala jam padat. Menemukan waktu yang benar benar luang, cukup luang dalam waktu yang lebih tenang, lebih individu, dan lebih dapat konsentrasi. Dengand demikian, seseorang akan mencoba mempertimbangkan, dari sekian info yang ia dapat, akan lebih terfokus pada satu atau dua tujuan. Satu atau dua mimpi.

Kemudian, apa yang dilakukan jika memiliki 2 atau lebih dalam bermimpi? Apa harus merelakan satu mimpi dan fokus dalam satu mimpi saja?

Tidak. Di dunia ini tak ada batasan dalam bermimpi. Semua orang berhak bermimpi sebanyak mungkin.

Jika kejadiannya, orang bermimpi tuk menjadi seorang dokter dan seorang pembalap. Bisa saja kan.

Bisa. Memang bisa. Tapi biasanya salah satu dari hal tersebut lebih mengarah pada hobi. Maksudnya, ia ingin menjadi dokter, tapi ia juga ingin menjuarai berbagai gelar dengan menjadi pembalap. Sebagian besar, jika ditemui mimpi tersebut, artinya satu diantaranya adalah hobi. Sekali lagi, hobi.

Pasti itu. Bahkan banyak orang. Misal penyanyi terkenal di Indonesia, Tompi. Ia seorang dokter bedah, ahli bedah, tapi ia juga menjadi seorang penyanyi. Apa karena dia memiliki 2 mimpi? Dia memiliki 2 mimpi, tapi bernyanyi adalah hobi, karena dasar hobi, bukan karena tujuan utama masa depannya.

Tak hanya Tompi, seorang Andre Villas-Boas. Pelatih muda ternama sepak bola Eropa. Memiliki 2 mimpi. Seorang pelatih dan seorang pembalap. Bahkan ia mengaku profesinya sebagai pelatih bukan karena tujuan utama, tapi karena hobi. Dan menjadi seorang pembalap adalah mimpi. Tapi, mengapa ia bisa-bisanya menjadikan hob sebagai profesi, sedang mimpi utamanya tak tercapai?

Bukan tak tercapai. Villas-Boas sejak kecil menggilai otomotif. Terutama Rally Dakkar. Ia ermimpi suatu saat nanti kan menjadi seorang pembalap. Bergulir waktu, ia dikagetkan untuk dapat menjelaskan kritikannya kepada pelatih ternama dunia, Sir Bobby Robson, mengenai kritikannya soal taktik permainan dalam sepakbola yang kurang baik. Ia pun menjelaskan dengan detail. Alhasil, ia mendapat kepercayaan untuk masuk dalam jajaran staf kepelatihan Sir Bobby Robson tersebut.

Bagaimana bisa, ia cukup cermat dalam mengkritik, bahkan menjelaskan dengan baik suatu taktik mengenai sepak bola? Karena Villas-Boas memiliki hobi tuk mengatur suatu sepak bola. Mengatur taktik sepak bola. Dalam kata lain, sebagai pelatih a.k.a manager tersebut hanya dijadikan suatu hobi, bukan mimpi.

Bagaimana dengan mimpinya tersebut, bahwa dia ingin menjadi pembalap Rally Dakkar? Ia mencoba mempertimbangkan. Seperti yang disebutkan beberapa paragraf diatas, banyak bertanya mengenai info, banyak mencari, banyak membaca mengenai info yang telah ia harapkan. Ketika itu, Villas-Boas memutuskan tuk fokus dalam bidang kepelaihan sepak bola, dan menduakan Rally Dakkar.

ia memutuskan tuk fokus pada sepak bola, karena jika ia memilih Rally Dakkar, ia tak cukup dana dan banyak persiapan untuk otomotif tersebut. Sedang jika ia memilih sebagai pelatih sepak bola, ia akan lebih terbantu dari orang disekitar, kesiapan untuk menjadi spelatih lebih terbuka.

Apa mimpinya terputuskan? Apa mimpinya bisa disebut tak tercapai?

Tidak. Meski Villas-Boas cukup fokus dalam bidang kepelatihan sepakbola, Villas-Boas juga mengkoleksi beberapa mobil Rally. Beberapa motor besar. Jadi, ia mulai beralih mimpi dan menjadikan mimpi utama sebagai hobi. Bisa dibilang pergantian mutual, antara hobi dan mimpi. Dna itu tak mengganggu kesehariannya. Ia masih tetap bisa berseanng-senang dengan mobil dan motornya. Dengan tak melupakan profesi nya sebagai pelatih.


Jadi, masih takut bermimpi? Masih tak ada harapan tuk memiliki mimpi? Siap tuk bermimpi?

Sabtu, 01 Oktober 2011

-=| Opening |=-

Frustasi. Dunia pelajar penuh dengan frustasi. Begitu pula yang kami alami. Para pelajar gila, penuh mimpi, minim pengakuan, minim prestasi. Gelar bukanlah patokan utama menjadi sang juara. Tapi seorang juara, ia yang mampu mengangkat yang lain, yang tak mendapat gelar, tuk dapat lebih bersaing mendapatkan gelar.

Apa hubungannya dengan frustasi? Ketika pelajar tak memiliki gelar, tak menjadi juara, artinya dia harus bekerja keras. Ketika itu, kekuatannya pun diuji. Disini, peran frustasi mulai menghantui.

Termasuk kami. Para pelajar gila. Sekali lagi, pelajar gila.