Mayoritas siswa Mu'allimin minder dengan kebanyakan orang luar. Maksud dari orang luar yaitu siswa sekolah lain, seperti siswa sekolah Negeri, atau Swasta yang cukup terpandang dibanyak kalangan.
Kembali ke masalah minder. Minder disini artinya kurang pede dalam urusan duniawi. Entah itu bidang teknologi, style, atau semacamnya. Tak sedikit, tak hanya satu dua orang siswa Muallimin saja yang banyak merasakan kurang pede-nya dalam masalah tekno, atau style. Bahkan mungkin lebih dari 30% merasakan kekurangan dalam hal tersebut.
Mu'allimin boleh kalah dalam hal tersebut. Tapi janan dikira, sebuah kejadian mengejutkan tiba di salah satu bimbel ternama Jogja, Neutron, tepatnya di cabang Wirobrajan.
Selesai pemberian materi mengenai Kimia Unsur pada 31 Oktober 2011 saat itu. Salah seorang pimpinan Neutron dari cabang Wirobrajan menyampaikan bahwa pada tanggal 13 November akan diadakan Tes Potensial Akademik, atau sering disebut TPA. (semacam tes psikologi, anda pasti tahu).
Salah seorang menusia dari Mu'allimin, Agung Purwoto ditanya oleh salah satu orang luar. Satu pertanyaan, tapi sangat mengejutkan.
'Mas, Tes TPA nya, materi kelas 3 saja atau dari kelas 1 ya?' Gubrak ! --"
Terlalu --". Mungkin orang tersebut mengira bahwa tes TPA adalah try out, atau semacamnya.
'TPA itu kan ga ada materi nya..' Sahut Poepo -sebutan akrab Agung Purwoto.
Seperti yang dikata diatas, mungkin Mu'allimin bisa dibilang kurang pede dalam masalah tekno, style, atau semacamnya, tapi... gak segitunya juga kalee, sampe ga paham tentang tes potensial akademik yang dikira semacam try out materi pelajaran --"
0 komentar:
Posting Komentar