Kamis, 17 November 2011

Andika: Dibalik Kata 'Jadi'

(17/11) - Sebuah cerita dibalik derita yang cukup bisa membuat tertawa. Berawal dari seorang Andika Akmal. Manusia yang cukup familiar dengan keanehannya dalam bertingkah ini, kini harus menghadapi seorang yang juga cukup familiar dalam hal ajar-mengajar, Pak Setyadi. Tepatnya saat itu mengajar Akhlak pada hari Kamis, jam terakhir pelajaran.

Kali ini, 4 dari 6 nama awal urutan teratas absensi siswa, harus berdiri di depan kelas dengan maksud sebagai orang yang harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari beberapa manusia yang berada di bangku. Salah satu dari 4 orang tersebut adalah Andika -begitu sapaan Andika Akmal-

Singkat cerita, ketika giliran Andika menjawab pertanyaan, san manusia asal Kendal ini tak luput dengan kata 'jadi' yang begitu keramat. Sekejap setelah para rekan dibangku melontarkan pertanyaan, Andika serentak menjawab diawali dengan kata 'jadi' tersebut.

'Jadi,.... bla bla bla...'

Tak sekedar itu saja, Pak Setyadi serentak berkata dengan cepat,

'Bentar bentar bentar. Belum dijawab kok sudah bilang jadi. Jadi itu kesimpulan dari penjelasan.'

Tak hanya sekali, setiap Andika akan menjawab pertanyaan, pasti mengawali dengan kata 'jadi' dan terus berulang dan berulang. Sampai diingatkan setiap waktu.

Singkat cerita, setelah semua selesai, ke-4 orang yang berada di depan kembali ke bangku masing-masing, ada pertanyaan tambahan dari Mahenda Abdilah Kamil.

Mahenda menanyakan kepada Pak Setyadi mengenai sesuatu yang masih ada sangkut paut nya dengan pembahasan, tepatnya mengenai pernikahan.

Ketika Pak Setyadi mengawali tuk menjawab, tanpa disadari mengatakan,

'Jadi..., kalo... looh kok jadi ikut-ikut an pakai kata jadi. Andika ini.'

Serentak hal tersebut menjadi suatu keheranan. Seorang yang menasehati seseorang yang lain untuk mengkoreksi dirinya dengan hal yang sebenarnya lebih baik, malah melakukan hal serupa yang dilakukan seseorang yang lain tersebut.

Minggu, 13 November 2011

Ringkasan Biologi: DNA dan RNA



Perbedaan antara DNA dan RNA :

NO

OBJEK

DNA

RNA

1 Letak Inti sel Inti sel, sitoplasma, ribosom
2 Bentuk Pita spiral ganda Pita tunggal
3 Komponen gula Deoksiribosa Ribosa
4 Ukuran Sangat panjang Pendek
5

Basa nitrogen

Purin : Adenin, Guanin

Pirimidin : Sitosin, Timin

Purin : Adenin, Guanin

Pirimidin : Sitosin, Urasil

6

Kadar

Tidak dipengaruhi oleh kecepatan sintesis protein

Berubah-ubah menurut

kecepatan sintesis protein

7 Fungsi Mengendalikan faktor keturunan dan sintesis protein Sintesis protein

(sumber: www.budisma.web.id)

DNA

(gambar: Struktur Bagian DNA)

Asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan DNA (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid), adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.

Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme. Di antara perkecualian yang menonjol adalah beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Fungsi Biologis - Replikasi

Replikasi merupakan proses pelipatgandaan DNA. Proses replikasi ini diperlukan ketika sel akan membelah diri. Pada setiap sel, kecuali sel gamet, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama. Pada dasarnya, proses replikasi memanfaatkan fakta bahwa DNA terdiri dari dua rantai dan rantai yang satu merupakan "konjugat" dari rantai pasangannya. Dengan kata lain, dengan mengetahui susunan satu rantai, maka susunan rantai pasangan dapat dengan mudah dibentuk.

Proses replikasi memerlukan protein atau enzim pembantu; salah satu yang terpenting dikenal dengan nama DNA polimerase, yang merupakan enzim pembantu pembentukan rantai DNA baru yang merupakan suatu polimer. Proses replikasi diawali dengan pembukaan untaian ganda DNA pada titik-titik tertentu di sepanjang rantai DNA. Proses pembukaan rantai DNA ini dibantu oleh enzim helikase yang dapat mengenali titik-titik tersebut, dan enzim girase yang mampu membuka pilinan rantai DNA. Setelah cukup ruang terbentuk akibat pembukaan untaian ganda ini, DNA polimerase masuk dan mengikat diri pada kedua rantai DNA yang sudah terbuka secara lokal tersebut. Proses pembukaan rantai ganda tersebut berlangsung disertai dengan pergeseran DNA polimerase mengikuti arah membukanya rantai ganda. Monomer DNA ditambahkan di kedua sisi rantai yang membuka setiap kali DNA polimerase bergeser. Hal ini berlanjut sampai seluruh rantai telah benar-benar terpisah.

Proses replikasi DNA ini merupakan proses yang rumit namun teliti. Proses sintesis rantai DNA baru memiliki suatu mekanisme yang mencegah terjadinya kesalahan pemasukan monomer yang dapat berakibat fatal. Karena mekanisme inilah kemungkinan terjadinya kesalahan sintesis amatlah kecil.


_________________________________

RNA

(gambar: Struktur RNA)

Asam ribonukleat (bahasa Inggris:ribonucleic acid, RNA) adalah satu dari tiga makromolekul utama (bersama dengan DNA dan protein) yang berperan penting dalam segala bentuk kehidupan.

Asam ribonukleat berperan sebagai pembawa bahan genetik dan memainkan peran utama dalam ekspresi genetik. Dalam dogma pokok (central dogma) genetika molekular, RNA menjadi perantara antara informasi yang dibawa DNA dan ekspresi fenotipik yang diwujudkan dalam bentuk protein.

Struktur RNA

Struktur dasar RNA mirip dengan DNA. RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus pentosa, dan satu gugus basa nitrogen (basa N). Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus pentosa dari nukleotida yang lain.

Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu gugus hidroksil cincin gula pentosa, sehingga dinamakan ribosa, sedangkan gugus pentosa pada DNA disebut deoksiribosa. Basa nitrogen pada RNA sama dengan DNA, kecuali basa timina pada DNA diganti dengan urasil pada RNA. Jadi tetap ada empat pilihan: adenina, guanina, sitosina, atau urasil untuk suatu nukleotida.


Selain itu, bentuk konformasi RNA tidak berupa pilin ganda sebagaimana DNA, tetapi bervariasi sesuai dengan tipe dan fungsinya.

(sumber: Wikipedia)