(17/11) - Sebuah cerita dibalik derita yang cukup bisa membuat tertawa. Berawal dari seorang Andika Akmal. Manusia yang cukup familiar dengan keanehannya dalam bertingkah ini, kini harus menghadapi seorang yang juga cukup familiar dalam hal ajar-mengajar, Pak Setyadi. Tepatnya saat itu mengajar Akhlak pada hari Kamis, jam terakhir pelajaran.
Kali ini, 4 dari 6 nama awal urutan teratas absensi siswa, harus berdiri di depan kelas dengan maksud sebagai orang yang harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari beberapa manusia yang berada di bangku. Salah satu dari 4 orang tersebut adalah Andika -begitu sapaan Andika Akmal-
Singkat cerita, ketika giliran Andika menjawab pertanyaan, san manusia asal Kendal ini tak luput dengan kata 'jadi' yang begitu keramat. Sekejap setelah para rekan dibangku melontarkan pertanyaan, Andika serentak menjawab diawali dengan kata 'jadi' tersebut.
'Jadi,.... bla bla bla...'
Tak sekedar itu saja, Pak Setyadi serentak berkata dengan cepat,
'Bentar bentar bentar. Belum dijawab kok sudah bilang jadi. Jadi itu kesimpulan dari penjelasan.'
Tak hanya sekali, setiap Andika akan menjawab pertanyaan, pasti mengawali dengan kata 'jadi' dan terus berulang dan berulang. Sampai diingatkan setiap waktu.
Singkat cerita, setelah semua selesai, ke-4 orang yang berada di depan kembali ke bangku masing-masing, ada pertanyaan tambahan dari Mahenda Abdilah Kamil.
Mahenda menanyakan kepada Pak Setyadi mengenai sesuatu yang masih ada sangkut paut nya dengan pembahasan, tepatnya mengenai pernikahan.
Ketika Pak Setyadi mengawali tuk menjawab, tanpa disadari mengatakan,
'Jadi..., kalo... looh kok jadi ikut-ikut an pakai kata jadi. Andika ini.'
Serentak hal tersebut menjadi suatu keheranan. Seorang yang menasehati seseorang yang lain untuk mengkoreksi dirinya dengan hal yang sebenarnya lebih baik, malah melakukan hal serupa yang dilakukan seseorang yang lain tersebut.
Kali ini, 4 dari 6 nama awal urutan teratas absensi siswa, harus berdiri di depan kelas dengan maksud sebagai orang yang harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari beberapa manusia yang berada di bangku. Salah satu dari 4 orang tersebut adalah Andika -begitu sapaan Andika Akmal-
Singkat cerita, ketika giliran Andika menjawab pertanyaan, san manusia asal Kendal ini tak luput dengan kata 'jadi' yang begitu keramat. Sekejap setelah para rekan dibangku melontarkan pertanyaan, Andika serentak menjawab diawali dengan kata 'jadi' tersebut.
'Jadi,.... bla bla bla...'
Tak sekedar itu saja, Pak Setyadi serentak berkata dengan cepat,
'Bentar bentar bentar. Belum dijawab kok sudah bilang jadi. Jadi itu kesimpulan dari penjelasan.'
Tak hanya sekali, setiap Andika akan menjawab pertanyaan, pasti mengawali dengan kata 'jadi' dan terus berulang dan berulang. Sampai diingatkan setiap waktu.
Singkat cerita, setelah semua selesai, ke-4 orang yang berada di depan kembali ke bangku masing-masing, ada pertanyaan tambahan dari Mahenda Abdilah Kamil.
Mahenda menanyakan kepada Pak Setyadi mengenai sesuatu yang masih ada sangkut paut nya dengan pembahasan, tepatnya mengenai pernikahan.
Ketika Pak Setyadi mengawali tuk menjawab, tanpa disadari mengatakan,
'Jadi..., kalo... looh kok jadi ikut-ikut an pakai kata jadi. Andika ini.'
Serentak hal tersebut menjadi suatu keheranan. Seorang yang menasehati seseorang yang lain untuk mengkoreksi dirinya dengan hal yang sebenarnya lebih baik, malah melakukan hal serupa yang dilakukan seseorang yang lain tersebut.
1 komentar:
awesome... look my blog brother.. z-corp.blogspot.com
Posting Komentar